Iklan Kelas Karyawan Pancabudi

Dibawa ke Jakarta, Oknum Polres Sergai Pengendali 44 Kg Sabu Terancam Pecat…

Irjen Paulus Waterpauw dan Irjen Arman Depari saat menunjukkan 44 Kg sabu. (medansatu.com/acan)

MEDANSATU.COM, Medan – Karir kepolisian Aiptu Suheryanto yang terlibat sebagai pengendali bisnis narkoba via Pantai Cermin, Sergai, Sumut, terancam tamat.

Hal itu terjadi bila hakim menjatuhkan vonis bersalah kepada personel Pol Air Polres Sergai tersebut di dalam persidangan.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting menyebutkan, Aiptu Suheryanto terancam dikenakan sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) oleh satuannya.

“Setelah incracht (berkekuatan hukum tetap) pasti Aiptu S di-PTDH, sesuai arahan Pak Kapolda kita lakukan bersih-bersih ke dalam,” sebutnya, Senin (17/7/2017).

Ditanya kemungkinan adanya keterlibatan oknum kepolisian lainnya, Rina mengaku Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Polda Sumut hingga kini belum menemukan oknum polisi selain Aiptu Suheryanto.

Jadi besar kemungkinan Aiptu Suheryanto menjadi satu-satunya oknum polisi yang turut mengendalikan masuknya sabu seberat 44 Kg via Pantai Cermin, Perbaungan. “Belum ada,” sebut Rina.

Selain itu, Rina menyebutkan Suheryanto bersama tujuh orang jaringannya yang berhasil ditangkap BNN di kawasan Perbaungan, Sergai, Senin (17/7) diberangkatkan ke Jakarta untuk menjalani penyelidikan lebih lanjut. “BNN yang tangani dan hari ini (Senin) dibawa ke Jakarta,” kata Rina.

Dalam pengungkapan kasus ini, dua orang tewas tertembak karena melawan saat dilakukan pengembangan. Dua orang yang tewas yaitu, Bambang Julianto selaku bandar dan penyedia sabu dan Moh Syafii alias Panjul alias Boy yang berperan sebagai pembawa sabu dari Malaysia. (mira)

BERITA REKOMENDASI GOOGLE

loading...
Loading...
banner imaji