Nikmatnya Kopi Mandailing Rawan Dipalsukan, Ini Perlindungannya…

Direktur SRI, Rasyid Assaf Dongoran. (medansatu.com/suheri)

MEDANSATU.COM, Medan – Kopi Mandailing (Mandheling Coffee) yang terkenal dengan citarasa kekentalan yang bagus, keasaman medium, rasa floral dengan akhir rasa yang manis membuat kopi ini rawan dipalsukan.

Salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Sumatra Rainforest Institute (SRI), mencatat kondisi produksi biji kopi di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang hanya mencapai 5 ton per bulan menyebabkan kelangkaan kopi Mandailing.

Sertifikat Indikasi Geografis No. 101600000048 tentang Kopi Mandailing. (medansatu.com/suheri)

SRI yang saat ini membuat program pertanian kopi bersama para petani di Madailing Natal (Madina), Sumatera Utara (Sumut) itu juga mencatat banyak sekali perusahaan-perusahaan eksportir melakukan “penipuan” terhadap keaslian Kopi Mandailing.

“Penipuan atau klaim yakni dengan membeli kopi dari daeah lain di Sumatera Utara dan Aceh namun memakai merek Kopi Mandailing atau Arabika Mandheling Coffee,” jelas Direktur SRI, Rasyid Assaf Dongoran, Selasa (5/9/2017).

Kemasan Kopi Mandailing. (medansatu.com/suheri)

Dia menjelaskan pada September 2016 lalu, Kementerian Hukum dan HAM RI telah mengeluarkan Sertifikat Indikasi Geografis No. 101600000048 tentang Kopi Mandailing, artinya setiap Kopi yang di ekspor dan dipasarkan di luar negeri dan dalam negeri yang memakai nama Kopi Mandailing/Arabika Mandailing Sumatera wajib berasal dari Kabupaten Mandailing.

“Jika hal itu dilanggar maka masuk kategori pemalsuan dan dapat dikenakan tindakan hukum. Upaya ini dilakukan bukan hanya sebagai gengsi, namun berguna untuk melindungi petani petani kopi di Kabupaten Mandailing Natal. Mereka semangat untuk terus menerus menanam dan memelihara pohon kopi secara baik dan benar serta ramah lingkungan,” ujar Rasyid. (suheri)

BERITA REKOMENDASI GOOGLE

Loading...
Iklan Pemko 1 Muharram
banner imaji