Ini Pengakuan Tak Masuk Akal Pelaku Pencabulan Bocah di Bengkong Batam

Tersangka Pak Man saat diamankan di Polsek Bengkong. (foto: batamnews/medansatu)

MEDANSATU.COM, Batam – Ini pengakuan tersangka pencabulan bocah perempuan di Bengkong, Batam, SM alias Pak Man (50). Dia membuat pengakuan tak masuk akal saat ditanya mengapa tega mencabuli No (10), yang masih terhitung tetangganya sendiri, Selasa (12/9/2017).

Pak Man mengaku, usai membelikan bola badminton (shuttlecock) ia mendapat bisikan gaib untuk mencabuli korban. Akibat perbuatannya, kini warga Kelurahan Bengkong Laut, Blok B, Nomor 12 RT 02/01, Kecamatan Bengkong, tersebut ditangkap Polsek Bengkong.

“Korban saya pegang pegang di bagian alat vitalnya di kamar, saat istri dan anak anak tidak berada di rumah,” akunya saat ditanya wartawan di Mapolsek Bengkong. Dia mengaku, saat mencabuli korban, ia sengaja mengunci kamarnya. “Saya mendapat bisikan gaib,” ujarnya.

Kapolsek Bengkong AKP Buala Harefa melalui Kanit Reskim Iptu T Sidariba mengatakan, tersangka diamankan atas laporan orang tua korban. Pihaknya juga membawa korban ke rumah sakit untuk divisum.

“Kami amankan barang bukti berupa satu baju gamis warna biru dongker, satu helai celana panjang warna putih abu abu, sehelai celana dalam warna putih, satu buah bola kok,” kata Kanit Reskrim kepada batamnews.co.id (grup medansatu.com).

Sebelumnya diberitakan, seorang bocah perempuan berinisial No (10), diduga dicabuli pria bangkotan, SM alias Pak Man (50). Akibat perbuatannya, petugas sekuriti ini kini ditahan Polsek Bengkong, Batam, Selasa (12/9/2017).

Informasi yang dihimpun wartawan menyebutkan, tersangka yang berkerja sebagai petugas sekuriti di salah satu komplek perumahan di Sekupang, Batam, ini mencabuli bocah tetangganya itu di rumahnya.

Saat rumah sedang sepi ditinggal istri dan anaknya, tersangka mengiming-imingi korban. Dia menjanjikan akan memberikan korban bola badminton. Lalu mengajak korban untuk masuk ke dalam rumahnya.

Baca juga
Siapa Pemasok 12 Ton Serbuk Narkoba PCC di Bintan via Batam? Ini Jawaban Polisi...

“Korban awalnya akan membeli bola badminton, di tengah jalan mereka bertemu, tersangka menyebutkan di rumahnya ada bola badminton,” ujar Kapolsek Bengkong AKP Buala Harefa melalui Kanit Reskim Bengkong Iptu T Sidariba.

Atas perbuatannya tersangka dijerat dengan pasal berlapis dari UU No. 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. “Tersangka kita jerat dengan Pasal 81 ayat (1) jo Pasal 82 ayat (1) UU RI No 35, dengan ancaman 15 tahun penjara,” tandasnya. (koko rimba)

Loading...
Iklan Pemko 1 Muharram
banner imaji