Astaga! Ibu dan Anaknya Digerebek Polisi Saat ‘Nikmat’ Nyedot Bareng…

Kapolsek Kutalimbaru AKP Martualesi Sitepu SH MH saat menanyai kedua tersangka. (jh siahaan/medansatu.com)

MEDANSATU.COM, Medan – Astaga! Ibu dan anak ini kompak banget, nyari ‘nikmat’ pun bareng-bareng. Keduanya digerebek polisi saat sedang nyedot bareng. Akibatnya, keduanya pun langsung ‘disedot’ polisi.

Inilah yang dilakukan Nuraini (56), warga Jalan Intisari, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal dan anaknya, Muhammad Juliandi (44), tukang parkir, warga Jalan Serta Budi, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal.

Keduanya dibekuk petugas Polsek Kutalimbaru-Polrestabes Medan di dalam rumah Nuraini saat sedang pesta sabu.

“Dari tangan keduanya diamankan barang bukti 2 bungkus plastik kecil berisi sabu, 2 HP, 1 buah bong, 1 buah mancis warna kuning, 1 bungkus plastik berisi plastik klip kosong, 1 buah pipet plastik yang sudah dirancang menyerupai sekop dan 1 buah kaca pirex,” kata Kapolsek Kutalimbaru, AKP Martualesi Sitepu SH MH, Selasa (12/9/2017).

AKP Martualesi mengatakan, tersangka Nuraini juga seorang bandar sabu. Ia menjual sabu kepada pelanggannya yang sudah dikemas dengan variasi harga berbeda. “Tersangka sudah menggeluti kegiatan menjual sabu-sabu selama 1 tahun,” bebernya.

Sebelum digerebek, Juliandi mengubungi Nuraini. Ia mengatakan, sedang ada masalah dengan istrinya dan mau tidur di rumah Nuraini. Lalu Nuraini menjawab, “Datang saja.” Begitu Juliandi tiba, Nuraini mengajak pesta sabu.

Anggota Opsnal Polsek Kutalimbaru yang mendapat informasi langsung menggrebek dan menangkap keduanya saat sedang pesta sabu.

Martualesi Sitepu menuturkan, keterangan kedua tersangka mengkonsumsi sabu-sabu untuk meningkatkan gairah dan semangat. “Tersangka Nuraini mengatakan mendapatkan sabu-sabu dari I, warga Aceh,” jelasnya.

Saat ini kedua tersangka masih dalam proses pemeriksaan guna mengetahui sepak terjang keduanya dalam peredaran sabu-sabu tersebut. “Keduanya dijerat dengan Pasal 114 subs Pasal 112 jo Pasal 127 UU No. 35 tahun 2009 dengan ancaman 12 tahun penjara,” pungkasnya. (jh siahaan)

BERITA REKOMENDASI GOOGLE

Loading...
Iklan Gerak Jalan
banner imaji
Web Analytics