Sopir Bus Makmur Maut yang Tewas Ayah dan Anak Jadi Tersangka, Begini Hukumannya…

Jasad Robi Yuda Pranata ditangisi istrinya yang juga terluka dalam tabrakan. (medansatu.com/habibi)

MEDANSATU.COM, Labuhanbatu – Sopir Bus Makmur BK 7618 DI yang tewaskan ayah dan anak di Jalinsum Rantauprapat-Kotapinang, Arden Amandus Limbong (42), ditetap sebagai tersangka oleh Sat Lantas Polres Labuhanbatu, Sumatera Utara (Sumut), Selasa (12/9/2017).

Warga Jalan Tomuan Lingkungan VII, Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, itu diduga sebagai penyebab kecelakaan maut sehingga menyebabkan korban tewas dan luka-luka.

Dalam kecelakaan maut yang terjadi pada Senin (11/9/2017), satu keluarga penumpang mobil Daihatsu Grand Max Luxio BA 1007 BE ditabrak Bus Makmur yang dikemudikan tersangka di Km 321-322, Dusun Sri Pinang, Desa Perkebunan Perlabian, Kecamatan Kampung Rakyat, Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel).

Korban tewas adalah pengemudi Grand Max Luxio, yakni Robi Yuda Pranata (38) dan putrinya, Raudah (3). Sementara istrinya, Elida Br Harahap (37) dan dua anaknya, Putri Ainun (7), Muhammad Prabu (5), mengalami luka-luka. Hanya anak bungsu korban, Putri (2), yang tak mengalami luka sedikit pun.

“Ya udah (tersangka), udah kita pastikanlah udah ditahan, saksi-saksi ada tiga kita periksa, ya udah ya,” kata Kasat Lantas Polres Labuhanbatu, AKP Sawangin.

Sementara Kapolres Labuhanbatu AKBP Frido Situmorang mengatakan, tersangka saat telah ditahan ruang tahanan polisi (RTP) Polres Labuhanbatu. Penahanan tersangka, menurut Frido karena dinilai lalai dalam mengemudikan kenderaan sehingga mengakibatkan korban jiwa.

“Diatur dalam Pasal 310 ayat (4) UU No. 22/ 2009 tentang LLAJ. Setiap orang mengemudikan kendaraan bermotor yang karena kelalaiannya mengakibatkan kecelakaan lalu lintas dengan korban meninggal dunia. Atas kesalahannya tersangka dipidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 12 juta,” bebernya.

Terpisah, sopir 1 Bus Makmur maut itu, Gultom, menyempatkan diri menjenguk korban di RSUD Rantauprapat. Dia mengatakan, saat kejadian bus itu dikemudikan sopir 2 (sopir serap, Red). “Saat kejadian saya sedang tidur di belakang. Atas kejadian ini, saya menyampaikan duka cita yang mendalam,” sebutnya. (habibi)

BERITA REKOMENDASI GOOGLE

Loading...
Iklan Gerak Jalan
banner imaji
Web Analytics