“Jedeerrr!” Saraman Saragih Terpental, Sempat Dibenam Tapi Nyawanya Tak Tertolong

Korban saat dibenam ke tanah usai disambar petir. (foto: istimewa/msc)

MEDANSATU.COM, Simalungun – “Jedeerrr!”… Tubuh Saraman Saragih terpental. Ia langsung roboh. Meski warga telah membenamkan tubuhnya ke tanah, petani jeruk itu tak tertolong dan meninggal dunia di ladangnya.

Peristiwa ini terjadi di Dusun Sinta Raya, Kelurahan Tiga Runggu, Kecamatan Purba, Simalungun, Sumatera Utara, Selasa petang (12/9/2017). Saat kejadian korban sedang di kebun jeruknya bersama istri dan anak perempuannya.

Informasi yang dihimpun wartawan, Rabu (13/9/2017) menyebutkan, sore itu hujan gerimis. Tiba-tiba saja petir menggelegar menyambar tubuh korban. Peristiwa itu membuat istri dan anaknya histeris.

Mereka kemudian meminta pertolongan warga sekitar. Saat itu korban masih bernapas. Warga lalu menggali tanah dan mengubur tubuh korban dengan maksud menetralkan arus listrik akibat sambaran petir itu. Namun takdir berkehendak lain, korban pun menghembuskan napas terakhirnya.

Kejadian itu langsung dilaporkan warga ke Polsek Purba. Petugas yang datang lalu melakukan olah TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi. Hasilnya korban tewas karena tersambar petir.

“Korban sempat dibawa ke rumah warga, namun nyawanya tak tertolong,” kata Kanit Reskrim Polsek Purba, Iptu Yunus Siregar, kepada wartawan. (*/msc)

BERITA REKOMENDASI GOOGLE

Loading...
Iklan Gerak Jalan
banner imaji
Web Analytics