Divonis Mati, Bandar Sabu 270 Kg Menangis, Teringat Anak yang Masih Kecil

Irwan Toni saat mendengar putusan vonis mati untuk dirinya. (medansatu.com/suheri)

MEDANSATU.COM, Medan – Dinilai terbukti menyediakan lokasi penyimpanan dan membantu peredaran sabu seberat 270 Kg di Medan, Irwan Toni alias Ruslan, divonis mati oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (13/9/2017).

Vonis mati itu dibacakan Ketua Majelis Hakim yang diketuai Saryana dalam sidang yang digelar di Ruang Kartika PN Medan. “Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Irwantoni alias Ruslan dengan pidana mati,” katanya.

Dalam amar putusannya, majelis hakim menilai Irwan Toni terbukti berusaha mencari lokasi pergudangan untuk penyimpanan sabu seberat 270 Kg asal China yang dikirim melalui Malaysia menuju Dumai pada 2015, kemarin.

Dalam kasus ini Irwan Toni diperintah Ayau untuk mencari gudang guna penyimpanan ratusan kilo sabu tersebut. Kemudian Irwan Toni berhasil menemukan lokasi pergudangan di Komplek Jade City Square, Jalan Yos Sudarso, KM 11,5 Kelurahan Titi Papan, Kecamatan Medan Deli.

Namun saat pengantaran barang dengan menggunakan truk sekitar 17 Oktober 2015 lalu, petugas BNN langsung melakukan penggrebekan dan berhasil mengamankan sabu seberat 270 Kg yang dikirim oleh Dicky Nugraha ke gudang tersebut.

Saat pengrebekan Irwan Toni berhasil kabur, sedangkan Jimmy tertangkap saat itu juga, kemudian Ayau, Daud alias Athiam dan Lukmansyah.

Usai membacakan putusan yang oleh majelis hakim yang diketuai Saryana, terdakwa mengajukan banding. Bahkan, usai persidangan, Irwan Toni mohon doa agar bandingnya diterima, sebab ia masih memiliki anak yang masih balita.

“Kawan media (wartawan) mohon bantu doa ya, agar banding saya diterima, demi tuhan saya tidak tahu kalau gudang yang dicarikan itu untuk simpan sabu,” ucapnya sembari beberapa kali menghapus air mata dari pipinya.

Sebelumnya dalam kasus ini, empat pelaku lainnya yakni, Ayau, Daud alias Athiam, Jimmy Saputra Bin Rusli dan Lukmansyah bin Nasrul juga telah divonis mati di PN Medan. (suheri)

BERITA REKOMENDASI GOOGLE

Loading...
Iklan Gerak Jalan
banner imaji
Web Analytics