Judi Beromzet Rp 50 Juta per Hari di Stabat Digerebek Polda Sumut…

Kombes Nurfallah didampingi AKBP Faisal Napitupulu memaparkan 10 tersangka dan barang bukti. (medansatu.com/mira)

MEDANSATU.COM, Langkat – Personel Subdit III/Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut mengungkap sindikat judi ketangkasan jenis tembak ikan dan tembak buaya di Game Zone Super Nemo, Komplek Stabat City, Jalan Zainal Arifin, Stabat, Langkat.

Dari hasil tangkapan judi yang beromzet Rp 50 juta per hari itu, polisi menetapkan 10 orang tersangka. Direktur Reskrimum Polda Sumut, Kombes Nurfallah didampingi Kasubdit III/Jahtanras, AKBP Faisal Napitupulu, Rabu (13/9/2017) menjelaskan, penggrebekan tersebut berdasarkan adanya informasi masyarakat yang merasa resah dengan perjudian itu.

Setelah beberapa hari melakukan penyelidikan di TKP, tim memantau di lokasi dan ditemukan permainan judi tembak ikan dan tembak buaya dengan kedok permainan berhadiah. Dari proses permainan tim menemukan unsur perjudian dan dilakukan penggerebekan pada Senin petang (11/9/2017).

“Dari proses permainan tim menemukan unsur perjudian dan dilakukan penggerebekan pada Senin lalu sekira jam 16.30 WIB,” kata Nurfallah.

Sebanyak 10 pemain serta penyelenggara perjudian diamankan dari lokasi. Ke-10 orang tersebut, Hamdani (42), warga Jalan Marelan, Kelurahan Tanah Enam Ratus; Mega Darnita alias Mega (32), warga Dusun II Pantai Gemi; Khusnul Khairi alias Anol (25), warga Jalan Marelan.

Lalu, Silvia Yuliana (21), warga Jalan Bambuan, Stabat; Burhanuddin alias Kojek (46), warga Jalan Zainal Arifin; Saparuddin (47), warga Jalan Jentera; Suparman (55), warga Jalan Zainal Arifin; Wawan Kurnia (39), warga Dusun I Famili Pantai Gemi dan Arif Rianto (27), warga Pasar II Dondong, Langkat.

“Setelah beberapa hari melakukan penyelidikan di TKP, tim memantau bahwa di lokasi ditemukan permainan judi tembak ikan dan tembak buaya dengan kedok permainan berhadiah,” ujar Nurfallah.

Sebenarnya, kata Nurfallah, ada 14 pelaku yang diamankan saat penangkapan. Namun, hanya 10 orang yang ditetapkan sebagai tersangka. “Sewaktu penangkapan di lokasi kita mengamankan 14 pelaku. Namun, waktu pemeriksaan hanya 10 pelaku yang bisa kita kenakan melanggar pasal. Empat orang lainnya kita pulangkan karena tidak terbukti,” kata Nurfallah.

Baca juga
Gubernur Sumut Ingatkan PLN Terkaitkan Kenaikan Tarif dan Masih Seringnya Pemadaman

Dari lokasi judi, polisi mengamankan 6 mesin judi tembak ikan, 1 voucher game buaya, 308 voucher judi tembak ikan serta uang tunai Rp 23,4 juta. Para pelaku disangkakan melanggar Pasal 303 Ayat (1) ke (1) KUHPidana dengan ancaman di atas 5 tahun penjara. (ari)

BERITA REKOMENDASI GOOGLE

Loading...
Iklan Pemko 1 Muharram
banner imaji