Kisah Luar Biasa Bupati Batu Bara yang Terjaring OTT KPK…

(medansatu.com/mira)

MEDANSATU.COM, Medan – Bupati Batu Bara OK Arya Zulkarnaen bersama 6 orang ditangkap KPK dalam OTT di rumah dinasnya, Lima Puluh, Batubara, Sumatera Utara (Sumut) pada Rabu (13/9/2017) pukul 14.30 WIB, kemarin.

Bagi warga Sumut, OK Arya adalah sosok kepala daerah yang memiliki nilai lebih dibanding kepala daerah lainnya. Hal itu dikarenakan OK Arya adalah satu-satunya kepala daerah di Sumut yang memenangkan Pilkada (pemilihan umum kepala daerah) lewat jalur independen atau perseorangan.

Bahkan OK Arya adalah orang pertama yang memenangkan Pilkada lewat jalur independen di Indonesia. Dia bahkan memenangkankan Pilkada Kabupaten Batu Bara lewat jalur independen sebanyak dua periode masing-masing 2008-2013 dan 2013-2018.

Hasil dari perhitungan rekapitulasi perolehan suara Pilkada Batubara tahun 2013, pasangan Cabup OK Arya-Harry Nugroho nomor urut 6 meraih suara terbanyak, yaitu 65.899 suara atau 36,6 persen dari jumlah pemilih suara sah sebanyak 180.806 jiwa.

Sedangkan pada tahun 2008, OK Arya Zulkarnain yang berpasangan dengan Gong Martua Siregar meraih suara terbanyak dengan 53.110 suara atau 34,67 persen.

Pria kelahiran Surakarta, Jawa Tengah pada 1956 ini merupakan tokoh di balik pemekaran Kabupaten Batubara dari sebelumnya berada di wilayah administratif Kabupaten Asahan, Sumatera Utara pada 2008.

Sisi lain menariknya OK Arya yakni dirinya merupakan ketua DPD II Golkar Batu Bara, namun dia tetap memilih jalur independen saat bertarung di Pilkada Barubara 2013.

“Benar OK Arya adalah kepala daerah pertama di Indonesia yang menang Pemilukada lewat jalur independen. Di Sumut hanya dia yang menang lewat jalur Independen,” ujar Komisioner KPU Sumut, Yulhasni.

Namun, kabar mengejutkan datang. Hari ini orang nomor satu di Batubara itu dicokok petugas Komisi Pemberantasan Korupsi. Belum diketahui kasus apa yang menjerat OK Arya.

Baca juga
Ini Pengakuan Anggota DPRD Sumut yang Diperiksa KPK Hari Ini. Katanya...

Namun, KPK diketahui mengamankan uang ratusan juta dari hasil penangkapan tersebut.‎ KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status dari pihak-pihak yang diamankan bersama Bupati Batu Bara tersebut. (suheri)

BERITA REKOMENDASI GOOGLE

Loading...
Iklan Pemko 1 Muharram
banner imaji