Septian Dibunuh, Jasadnya Dibuang Hingga Jadi Tengkorak, Ini 2 Tersangkanya…

Petugas Polres Binjai mengevakuasi tengkorak korban. (foto: m24j)

MEDANSATU.COM, Binjai – Tulang-belulang dan tengkorak ditemukan bertumpuk di kebun tebu PTPN II, Tandem Hilir, Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut). Tulang belulang itu ditemukan pekerja kebun saat memanen tebu.

Petugas Polres Binjai langsung melakukan penyelidikan, ternyata tulang-belulang dan tengkorak itu adalah jasad korban pembunuhan, Septian (20), warga Dusun III, Jalan Sayur, Gang Perjuangan, Desa Tandem Hilir.

Setelah dibunuh, korban dibuang para pelaku ke kebun tebu, dan ditemukan beberapa bulan kemudian. Selama ini oleh keluarganya, korban dinyatakan hilang sejak 5 bulan lalu.

Informasi yang dihimpun, Selasa (13/3/2018), gerak cepat petugas Polres Binjai membuahkan hasil. Para pelaku pembunuhan korban yang tulang-belulangnya ditemukan pada Kamis (8/3/2018), pun terungkap.

Ternyata, pelakunya dua temannya sendiri yang masih terhitung tetangga. Pengejaran pun dilakukan petugas. Namun kedua pelaku ternyata tak berada di rumahnya. Namun jejaknya terendus. Keduanya diketahui merantau ke Blangkejeren, Aceh.

Petugas pun bergerak ke Aceh untuk melakukan penangkapan. Namun petugas terpaksa memberikan tindakan tegas dan terukur, karena keduanya berusaha kabur saat akan ditangkap.

Kapolres Binjai AKBP Donald Simanjuntak melalui Kasat Reskrim AKP Hendro S membenarkan penangkapan kedua tersangka saat dikonfirmasi via ponsel. “Kedua tersangka telah ditangkap,” terangnya, hari ini.

Kedua tersangka pembunuh Septian adalah kedua temannya sendiri, RG (24) dan RZ (21). Awalnya ditangkap tersangka RG, ia diamankan petugas, ia mencoba kabur. Petugas pun terpaksa membedil kakinya.

Saat diinterogasi, RG mengaku pembunuhan itu dilakukan bersama temannya, RZ, yang ikut merantau ke Blangkejeren. Namun saat akan ditangkap, RZ yang mengetahui jejaknya sudah diketahui, berupaya kabur dari Aceh. Namun petugas berhasil menangkapnya di terminal bus di Blangkejeren. Karena melawan dan berupaya meloloskan diri, petugas pun terpaksa menembak kakinya. (sumber: m24j)

loading...
Loading...
banner imaji
Loading...