Ketika Sihar Terkesan dengan Keteguhan Kamarudin, Tukang Becak Pantai Labu…

Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara Sihar Sitorus, berbincang dengan Kamaruddin tukang becak yang sering mangkal di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pantai Labu. (foto: istimewa)

MEDANSATU.COM, Deli Serdang – Kamarudin alias Wak Cotek Becak Pantai Labu tiba-tiba menghentikan becak tuanya di depan Sihar Sitorus. Dia mengaku tancap gas (ngebut) becak tua itu agar sempat bertemu Wakil Gubernur Sumut nomor 2 tersebut yang sedang berkunjung ke pelelangan ikan di desa mereka.

Lelaki berusia 49 tahun ini mengaku sudah puluhan tahun membawa becaknya, biasanya yang menggunakan jasanya adalah pembeli ikan atau nelayan. Becak tua itu masih dipertahankan, serta masih digunakan untuk membawa ikan dari pelelangan ke tujuan pelanggannya.

Dia mengaku selalu mengantar tepat alamat dan tepat waktu. Dan ternyata keinginannya untuk bertemu Sihar karena ia mengganggap Sihar merupakan sosok yang tepat untuk mengadukan nasibnya.

“Ribuan orang mengenal becak saya ini Pak. Meskipun sudah rusak parah dan banyak yang harus diperbaiki, saya berharap bapak membantu saya memperbaikinya, karena saya menggunakan becak ini sebagai sumber penghasilan dan membatu orang-orang untuk memenuhi kebutuhan,” katanya.

Sihar yang diajaknya duduk di becak tersebut mendengarkan keluhannya. Mulai dari biaya antar becak yang tidak cukup untuk mengganti becak, serta beratnya beban kehidupan yang ditanggungnya selama ini. “Itu kehidupan kami Pak, kami bekerja untuk keluarga,” katanya.

Mendengar keluhan tersebut, wakil dari calon Gubernur Sumut Djarot Saiful Hidayat tersebut mengatakan sangat prihatin dengan kehidupan yang dijalani Kamarudin. Dia berharap Kamarudin tetap berjuang mengantar kebutuhan warga tepat waktu dan tepat alamat.

Bahkan di Instagram-nya Sihar juga menampilkan momen pertemuannya dengan Kamarudin. Dalam unggahan itu, Sihar menuliskan hal menarik bertemu Kamarudin.

PAK KOMARUDDIN DAN BECAK TUANYA.. Perkenalkan, ini Pak Komaruddin. Warga Pantai Labu yang sehari-hari mengemudikan becaknya. Mengantarkan ikan dari satu tempat ke tempat lainnya. "Semua tahu becak saya ini pak. Semua kenal. Becak saya yang paling buruk di Pantai Labu ini," katanya terkekeh. Saya tersenyum. Apalagi ketika melihat tangki sepeda motor beliau yang sudah bolong-bolong. Ada sticker pasangan Djoss, foto mas @djarotsaifulhidayat dan saya yang mencoba menutupi lubang tangki motornya. Getir saya melihatnya. Pak Komaruddin, tetaplah bersyukur. Melihat tawa bapak memamerkan sepeda motor itu, saya terharu. Ada kebanggaan di dada bapak memamerkan motor itu kepada kami. Buat apa malu? Toh, pekerjaan bapak halal. Dan harusnya bangga, karena dengan sepeda motor itulah bapak bisa menafkahi kehidupan keluarga bapak. Bapak ingin perubahan. Saya juga ingin perubahan. Kita semua ingin. Makanya, jangan takut bersuara pak. Jangan ada rasa takut untuk merubah provinsi dan daerah kita. Saya yakin, nanti kita sama-sama tersenyum. Melihat perubahan yang sudah semakin dekat. #MainCepat! @MainCepat #PerubahanSudahDekat #SumutBersih #SumutHebat #DjarotSihar #NomorDua #GerakSama #Djoss #Deliserdang

A post shared by Sihar Sitorus Official (@therealsiharsitorus) on

Calon yang diusung oleh PDI Perjuangan dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu pun menyemangati Kamarudin. Dia berharap perjuangan Kamarudin terus berlanjut dan menjadi penolong bagi banyak orang. (medansatu.com/rel/hendrix)

loading...
Loading...
banner imaji
Loading...