Pengeroyok Polisi di Kampung Kubur Masih Kabur: “Kita kejar sampai kemana pun…”

Bripka ET saat diselamatkan rekan-rekannya usai dianiaya pengedar narkoba. (medansatu.com/angga)

MEDANSATU.COM, Medan- Pelaku pengeroyokan anggota kepolisian yang diduga dilakukan sekelompok pengedar narkoba hingga kini masih diburu petugas Polsek Medan Baru.

“Kita akan kejar para pelaku pengeroyokan anggota kepolisian sampai kemana pun,” kata Kapolsek Medan Baru, Kompol Martuasah Tobing, Selasa (17/4/2018).

Mantan Kapolsek Medan Kota ini mengatakan sudah mengetahui identitas otak pelaku pengeroyokan terhadap Bripka ET yang saat itu sedang menjalankan tugas mengintai di lokasi yang disebut-sebut sebagai tempat transaksi narkoba.

“Kita sudah mengumpulkan bukti dan memintai keterangan sejumlah saksi dari masyarakat setempat,” tambahnya.

Petugas minta kepada pelaku pengeroyokan untuk menyerahkan diri. “Tindakan tegas akan diberikan bila para pelaku berusaha melawan,” ungkap Kompol Martuasah.

Pasca pengeroyokan anggota polisi pada Sabtu lalu di Kampung Kubur, Jalan Zainul Arifin Medan, petugas telah membentuk tim gabungan.

Pengeroyokan ini, mengakibatkan Bripka ET mengalami luka di bagian kepala setelah di pukul dengan stik bisbol dan botol minuman.

Anggota Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut ini juga sempat melarikan diri ke Sungai Deli. Para pelaku yang diduga berjumlah 6 orang, langsung kabur hingga saat ini masih diburu.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sumut mengatakan, akibat penganiayaan itu Bripka ET mengalami luka pukulan benda tumpul di kepala. Saat ini kondisinya berangsur membaik, namun masih dirawat di RS Bhayangkara Medan. Kombes Rina juga mengatakan, pihaknya telah mengantongi identitas para pelaku.

“Kepolisian sudah mengantongi identitas para pelaku yang diperkirakan berjumlah lima orang. Kondisi kesehatan anggota polisi tersbeut sudah stabil dann masih di rawat di rumah sakit bhayangkara. Dari hasil pemeriksaan saksi, pengeroyokan tersebut di picu masalah pribadi terjadi senggolan hingga para pelaku tidak senang. Peristiwa tersebut terjadi sebelum pengeroyokan,” jelasnya. (medansatu.com/angga)

loading...
Loading...
banner imaji
Loading...