Dijanjikan Rp 30 Juta, 2 TKW Ilegal Terancam Penjara Seumur Hidup Saat Tiba di Tanah Air

Kedua TKW ilegal saat konferensi pers bersama BNN dan Bea Cukai. (foto: merdeka.com)

MEDANSATU.COM, Jateng – Pulang ke tanah air, 2 tenaga kerja wanita (TKW) Malaysia langsung masuk penjara. Keduanya ditangkap petugas Bea Cukai Solo saat mendarat di Bandara Internasional Adi Soemarmo.

Bukan tanggung-tanggung, TKW berinisial S alias Sarideh (25), asal Madura, Jawa Timur (Jatim) dan A alias Almira (21), warga Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), itu terancam dijerat hukuman mati atau minimal penjara seumur hidup.

Pasalnya, kedua TKW itu nekat menyelundupkan narkoba jenis sabu seberat 1.942 gram (hampir 2 Kg) dari jaringan narkoba di Malaysia. Penangkapan kedua TKW berserta barang buktinya dirilis Bea Cukai kepada wartawan, Rabu (10/1/2018).

“Keduanya sudah tiga tahun di Malaysia, mereka berkerja dengan visa kunjungan, dan menjadi tenaga kerja ilegal,” terang Kepala Kantor Bea dan Cukai Solo, Kunto Prasti Trenggono.

Untuk mengelabui petugas, keduanya menyimpan barang haram itu di dalam kotak kardus yang ditutupi pakaian dan pampers. “Nah, diketahui, setelah isi kardus terdeteksi x-ray bandara,” tambahnya.

Sementara Kepala BNNP Jateng Brigjen Pol Tri Agus Heru Prasetyo menambahkan, sebelum keduanya ditangkap, pihaknya mendapat info akan ada penyeludupan narkoba dari Malaysia melalui Bandara Adi Soemarmo.

“Kemudian pada pukul 14.00 WIB bidang pemberantasan BNNP Jateng menuju ke Solo, join operation dengan Bea Cukai Solo, Angkasa Pura hingga Polres Boyolali,” terangnya.

“Kami mendapatkan barang bukti 2 kardus karton yang berisi sabu tersebut yang terdeteksi x-ray bandara. Pukul 14.35 kami mengawasi terminal kedatangan dan mendapati 2 penumpang mencurigakan, lalu langsung kita tangkap mereka,” jelasnya.

Dia mengatakan, saat diperiksa kedua tersangka mengaku telah mengetahui jika kedua kardus yang mereka bawa tersebut berisi narkotika. Mereka juga mengaku hanya disuruh oleh orang yang tinggal di Malaysia.

Baca juga
Malam-malam, Siswi SMP 'Digitukan' di Tengah Jalan, Faktanya Mengejutkan...

“Kedua tersangka dijanjikan upah Rp 30 juta oleh RZ, warga Indonesia yang tinggal di Malaysia. Narkotika ini akan diedarkan di Jawa Timur lewat jalur darat. Mereka sudah dapat Rp 1 juta untuk biaya operasional, dan akan dijemput di Indonesia untuk mendapatkan pembayaran sisanya,” jelasnya. (*/bbs)

loading...
Loading...
Polsek Medan Kota M
Polsek Percut M
banner imaji
Loading...