Duh! Guru SD di Sergai Diduga Hukum Murid Jilati WC 14 Kali Sampai Muntah-muntah…

MBP dan ibunya, SH, saat ditemui di rumahnya. (medansatu.com/angga)

MEDANSATU.COM, Sergai – Terlalu! Seorang oknum guru salah satu SD Negeri di Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara (Sumut), diduga menghukum muridnya untuk menjilati WC selama 14 kali hingga murid tersebut muntah-muntah.

Oknum guru tersebut berinsial M, ia diduga menghukum muridnya yang duduk di Kelas IV SD, MBP, karena tidak membawa tanah humus untuk menanam pohon di sekolah.

“Peristiwa yang dialami anak saya terjadi pada Jumat lalu. Suami saya mendapat kabar tersebut dari orangtua murid juga,” ujar SH, ibu kandung korban kepada wartawan, Rabu (14/3/2018).

Warga Desa Cempedak Lobang itu mengakui jika anaknya lalai, sehingga tak mengerjakan tugas dari gurunya. Namun ia tak terima jika hukuman yang diberikan tak manusiawi. “Gara-gara anak saya ga bawa tanah subur ke sekolah yang merupakan tugas dari guru tersebut,” tambahnya.

Akibat kelalaiannya, MBP diduga dihukum dengan menjilati WC kamar mandi sekolah sebanyak 14 kali.

“Namun baru 4 kali dijilat, anak saya sudah muntah, gak tahan katanya. Kenapa mesti menjilat kloset WC. Saya gak terima perlakuan guru tersebut. Sakit hati saya. Kalau dihukum bersihkan wc atau dijemur hormat bendera, saya ga marah,” kata SH lagi.

SH mengatakan, suaminya telah mendatangi pihak sekolah dan meminta pertanggungjawaban sekolah dan oknum guru tersebut.

Terkait insiden tersebut, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Sergai, Joni Walker Manik mengatakan, pihaknya akan mengambil tindakan terhadap oknum guru yang memberikan hukuman tidak manusiawi tersebut. “Benar, ada oknum guru SD yang sedikit memberikan hukuman tak layak kepada siswanya,” jelasnya.

Menurutnya, Dinas Pendidikan akan memberikan sanksi terhadap oknum guru tersebut. “Oknum guru tersebut akan diberi sanski berupa mutasi dan disiplin admintrasi. Sanksi tegas juga akan diberikan kepada semua guru yang tidak disiplin dan tidak mencerminkan seorang pendidik,” tegasnya.

Joni mengatakan, berterima kasih kepada pihak keluarga, Korwil SD Sei Rampah, serta Komite Sekolah yang cepat tanggap dengan kejadian yang memalukan dunia pendidikan ini. (angga)

loading...
Loading...
Loading...