Loading...

Ngeri, Ada Cacing Pita di Otak Pria Penyuka Daging Panggang Ini

Foto rontgent menunjukkan cacing pita di otak Liu. (foto: south china morning post)

MEDANSATU.COM – Kamu penyuka daging panggang? Hati-hati ya! Jangan sampai seperti pria ini. Diduga karena terlalu sering mengkonsumsi daging panggang setengah patang, di dalam otak pria ini ditemukan ada cacing hidup.

Loading...

Nggak tanggung-tanggung, cacing parasit yang hidup di otak pria ini memiliki panjang 10 Cm. Cacing tersebut ditemukan oleh tim bedah di sebuah rumah sakit terkenal di Nanchang, Provinsi Jiangxi, China.

Awalnya pria berumur 26 tahun bernama Liu itu sering mengeluh sakit di kepalanya. Bahkan ia sering mengalami epilepsi (ayan) dan pingsan. Dokter lokal tak berhasil menemukan penyakit pria tersebut, dan merujuknya ke salah satu rumah terkenal di Nanchang, First Affiliated Hospital of Nanchang University.

Ukuran cacing di otak Liu 10 Cm. (foto: south china morning post)

Melansir south china morning post (SCM), Jumat (14/9/2018), operasi pembedahan dipimpin oleh Dr Wang Chunliang. Saat dilakukan pemeriksaan, ditemukan cacing pita jenis Spirometra Mansoni di dalam otak Liu. “Sudah kami keluarkan, cacingnya hidup, warnanya putih, kenyal dan bisa berenang,” terangnya.

Media lokal, Jiangnan City Daily memberitakan, cacing tersebut diyakini masuk ke dalam otak Liu dari makanan yang terkontaminasi atau kurang matang saat dipanggang. Pasalnya, Liu sangat gemar mengkonsumsi daging panggang setengah matang. Tak disebutkan jenis dagingnya, namun diduga kuat daging babi panggang.

Liu sendiri mengatakan, selama ini kondisi kesehatannya baik secara umum, namun beberapa bulan terakhir, dia mendadak kerap mengalami serangan epilepsi. Karena itulah dia pergi ke dokter, yang kemudian menemukan keberadaan cacing di dalam otaknya.

Terpisah, Direktur Shanghai Neuromedical Centre, Guo Hui mengatakan, kasus seperti ini kerap ditemukan di wilayah yang pasokan airnya tidak sehat atau pada orang-orang yang biasa makan daging dan ikan yang setengah matang ataupun mentah.

“Karena otak menerima hampir seperempat dari suplai darah tubuh manusia, kemungkinan seekor cacing mencapai otak dan tinggal di sana relatif lebih tinggi daripada organ-organ lainnya,” ujarnya. (medansatu.com/scmp)

loading...
Loading...
Loading...